Pentingnya Program Affiliasi di Blog Pribadi

 

Bagaimana sebenarnya cara menjalankan program affiliasi? Ada banyak cara. Namun secara sederhana, setidaknya ada dua cara untuk menjalankan program affiliasi. Cara pertama, dengan teknik arbitrase. Gampangnya begini. Andaikan Anda ingin mempromosikan produk Nintendo Wii dari program affiliasi Amazon.com. Dengan teknik arbitrase, yang Anda lakukan adalah memanfaatkan pay per click ads campaign (bisa Google Adwords, Yahoo Search Marketing/YSM, atau Microsoft adCenter/MSN) tentang Nintendo Wii dengan menggunakan link affiliasi Amazon.com Anda. Setiap kali ads campaign Anda diklik, pencari informasi tentang Nintendo Wii akan dibawa ke landing page Amazon.com tentang Nintendo Wii product details. Setiap kali terjadi transaksi pembelian melalui iklan Adwords yang Anda pasang tersebut, Anda mendapatkan sejumlah komisi dari Amazon.com.

Kelebihan cara ini, Anda tidak perlu capek membuat blog. Kekurangannya (kalau boleh dikatakan demikian), Anda harus memiliki modal awal untuk mulai melakukan PPC campaign dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang strategi affiliate arbitrage. Cara kedua, dengan memanfaatkan blog atau situs pribadi yang telah Anda miliki atau membuat online shopping mall. Gampangnya, Anda menggunakan media blog (baik berupa posting, sidebar spot ataupun banner) untuk mempromosikan produk affiliasi yang Anda ikuti. Setiap kali terjadi transaksi pembelian melalui link produk affiliasi di blog Anda, Anda mendapatkan sejumlah komisi dari Amazon.com.

Kelebihan cara ini, Anda relatif tidak memerlukan modal awal untuk berinvestasi di program-program PPC. Cukup dengan blog pribadi Anda sendiri. Kekurangannya, Anda harus memiliki dan menulis di blog Anda secara rutin.

Artikel ini hanya akan membahas tips-tips menjalankan program affiliasi dengan memanfaatkan media blog atau situs pribadi yang telah Anda miliki.

Tujuh Tips Menjalankan Program Affiliasi Dengan Blog Pribadi

1. Fokus Pada Kebutuhan Pengunjung Blog Anda
Apa yang dicari pengunjung blog Anda? Informasi apa yang bisa Anda berikan kepada pengunjung blog Anda? Seringkali kita begitu tergoda untuk mempromosikan produk-produk berlabel “Best Seller” ataupun “Hot Deals” dari program affiliasi yang kita ikuti tanpa mempedulikan apakah pengunjung blog Anda membutuhkan produk tersebut atau tidak. Akibatnya, bukannya mau membeli, pengunjung blog Anda malah jengah dengan halaman sales pitch yang Anda buat. Cobalah memenuhi kebutuhan pengunjung blog Anda terlebih dahulu. Jika blog pribadi Anda lebih banyak berisi tentang “tips merangkai bunga”, jangan memaksakan diri mempromosikan Nintendo Wii kepada pengunjung blog Anda.🙂

2. Pilih Produk dan Program Affiliasi Terbaik
Setelah menentukan produk apa yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung blog Anda, langkah berikutnya adalah memilih produk dan program affiliasi terbaik yang bisa Anda promosikan. Ada ribuan produk yang bisa Anda promosikan melalui program affiliasi yang bisa Anda ikuti. Saya pribadi mengikuti beberapa program affiliasi (Amazon Associates, Commission Junction, ClickBank dan Linkshare), namun saya merasa lebih nyaman mempromosikan produk-produk Amazon ketimbang produk dari ketiga program yang lain. Barangkali karena branding Amazon yang sudah mapan membuatnya relatif lebih mudah diterima. Atau barangkali karena memang saya masih harus banyak belajar tentang ketiga program affiliasi yang lain. Yang pasti, pilihlah produk dan program affiliasi terbaik menurut Anda sehingga Anda merasa nyaman untuk mempromosikannya.

3. Pengalaman Pribadi Anda Adalah Rekomendasi Terbaik
Salah satu kelebihan blog pribadi adalah sifatnya yang personal. Hubungan pemilik dan pengunjung blog pribadi seringkali seperti hubungan antar teman akrab. Dengan memanfaatkan sifat hubungan personal ini, akan lebih mudah bagi Anda untuk mempromosikan produk affiliasi kepada pengunjung blog Anda. Terlebih jika Anda telah membeli atau memakai produk affiliasi yang ingin Anda promosikan di blog Anda. Ken Evoy, pencetus Pilar CTPM (insyaallah topik Pilar CTPM ini akan saya tulis di lain waktu), menyebutnya sebagai pre-selling advantages. Ketika Anda memiliki hubungan yang akrab dan hangat, jujur, melayani dan menunjukkan kecakapan di bidang yang Anda kuasai kepada pengunjung blog Anda, akan jauh lebih mudah bagi Anda untuk melakukan selling tanpa harus terkesan “menjual” sesuatu.

4. Teks Link Jauh Lebih Baik Ketimbang Banner Link
Memasang banner link affiliasi memang lebih mudah, namun efektivitasnya jauh lebih kecil dibanding menggunakan teks link yang ada di dalam bagian posting blog Anda. Konkretnya, cobalah memasukkan teks link produk affiliasi yang Anda ikuti di dalam posting artikel yang Anda tulis. Tentu saja topik artikel harus sesuai dengan produk yang hendak Anda promosikan. Saya pribadi lebih banyak memanfaatkan teks link untuk mempromosikan produk Amazon Associates yang saya ikuti. Dan hasilnya memang beda ketimbang sekedar memasang banner link Amazon Associates.

5. Jujurlah Kepada Pengunjung Blog Anda
Mempromosikan produk affiliasi di blog pribadi bukanlah sesuatu yang haram. Namun demikian, tidak ada salahnya juga untuk bersikap jujur kepada pengunjung Anda dengan menyampaikan bahwa link yang Anda sisipkan di posting artikel Anda adalah link affiliasi. Berilah tanda (Ref) atau (Aff) jika memang link yang Anda gunakan akan membawa pengunjung blog Anda ke landing page program affiliasi yang Anda ikuti. Kenapa saya harus jujur? Pertama, integritas Anda. Karena sifat blog yang personal, pengunjung blog Anda akan lebih menghargai jika Anda bersikap jujur kepada mereka. Kedua, menghargai waktu pengunjung Anda. Jika mereka ingin tahu lebih banyak, mereka pasti akan mengklik link produk affiliasi di blog Anda meskipun Anda telah memberi tanda (Ref) atau (Aff).

6. Memberikan Pilihan Lebih Kepada Pengunjung Blog Anda
Ungkapan bijak yang klise namun benar adanya: “Don’t put all your eggs in one basket.” Cobalah diversifikasikan arus pendapatan Anda dari bisnis online. Jangan terpaku pada satu program semata. Jika mungkin, gabungkan dengan program affiliasi yang lain atau bahkan dengan program bisnis online yang lain. Namun demikian, tetap penting dicatat agar blog pribadi Anda tidak terlalu banyak dijejali berbagai macam program. Bayangkan jika dalam setiap posting artikel Anda menyisipkan 10 link affiliasi dari 10 program yang berbeda.🙂 Pengunjung blog Anda pasti akan muak dan malah lari dari blog Anda.

7. Promosikan Bersama Waktu
Kuncinya adalah: jangan terlalu cepat berhenti mempromosikan produk affiliasi yang Anda ikuti meskipun nilai earnings yang Anda dapatkan saat ini masih kecil atau malah tidak ada sama sekali. Cobalah terus menulis dan menyisipkan link (tentu saja sekali lagi yang relevan dengan topik tulisan Anda) program affiliasi di blog Anda. Dengan berjalannya waktu, bukan tidak mungkin jika link produk affiliasi Anda baru banyak dicari sebulan, dua bulan atau bahkan setahun setelah Anda menuliskannya di blog Anda. Jika halaman posting Anda sudah terindeks mesin pencari, bukan tidak mungkin orang akan menemukan blog Anda, mengklik link affiliasi Anda dan melakukan transaksi pembelian. Jadi, sabar saja. Jangan putus asa.

Barangkali ketujuh tips sederhana diatas bisa menjadi awal untuk memulai menjalankan program affiliasi di blog pribadi Anda. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda memiliki tips-tips pribadi yang terbukti memberikan hasil positif untuk program affiliasi yang Anda jalankan? Atau justru tidak berhasil?

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

 

By: M.A.H

About Sustaindo - Sustainability Indonesia
Entrepreneurship NOW!. You can donate using credit card via Paypal. Here: https://www.paypal.com/cgi-bin/webscr?cmd=_s-xclick&hosted_button_id=W2472XU5QCJ9J Thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: